4 Mar 2017

Sebelum Ke Bali, Raja Salman Bertolak Ke Brunai Darussalam




SUMBER BERBAGAI BERITA Gegap gempita penyambutan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud di Indonesia begitu terasa.Baik masyarakat maupuan media besar ramai memberitakan kedatangan raja pengawal dua kota suci tersebut. Jagad media sosial juga akhir-akhir ini dipenuhi dengan postingan Raja Arab yang datang bersama 25 pangeran, 10 menteri dan 1.500 rombongan ke Indonesia.






Raja Salman bertolak ke Brunei Darussalam untuk melakukan kunjungan kenegaraan bertemu dangan Sultan Hassanal Bolkiah untuk membahas hubungan bilateral antara kedua negara.Anehnya, penyambutan di Brunei tidak seheboh di Indonesia yang kelihatan terlalu membesar-besarkan kunjugan Raja Salman.


                                                               BIG PROMO 100%
  Poker Online Terbesar & Terpercaya di Indonesia
- BONUS SUPER EXTRA HARIAN ( TO Di Atas Rp.10Juta ).
- BONUS JACKPOT ROYAL +10% u/K ROYAL FLUSH.
- BONUS TURNOVER (TO) 0,3% Setiap Minggunya.
- BONUS REFERRAL 15% Seumur Hidup.
Daftarkan Segera Diri Anda Hanya Di: http://vodkapoker.com/register.php



Beberapa media besar di Brunei bahkan tidak memberitakan bagaimana persiapan maupun menjelang kedatangan Raja Salman. Hanya harian Peliata Brunei saja yang memberi informasi jadwal kedatangan sang raja.Itu pun informasi ditautkan dari situs pemerintah Brunei Darussalam melalui information.gov.bn.



Beberapa media besar seperti Bru Direct, Media Permata, Borneo Bulletin yang berbahasa Inggris dan Melayu tidak terlihat membuat berita kedatangan Raja Salman hingga pukul 15.00 Wib.Dalam informasi itu disebut kedatangan Raja SALMAN bin Abdul Aziz Al-Saud di Lapangan Terbang Antarabangsa pada pukul 11.00 waktu setempat.




Dalam kunjungan tersebut dilakukan seremoni penyambutan resmi lalu dilakukan pertemuan bilateral kenegaraan antara kedua negara.Kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama Raja SALMAN beserta rombongan.Minimnya pemberitaan Raja Salman ke negeri tersebut tampak wajar, pasalnya media di sana tampak terlalu berhati-hati mengeluarkan publikasi terkait dengan kedatangan raja Arab Saudi.Burnei termasuk negara melakukan mengetatan terhadap kebebasan pers dan jurnalisme bisa di katakan tertutup.



Tahun lalu media terbesar ke dua negara tersebut ditutup karena mengkritisi kebijakan pemerintah yang dijalankan oleh Sultan HASSANAL BOLKIAH.Adalah surat kabar harian Brunei Darussalam, Brunei Times, menyatakan menghentikan seluruh operasinya yang diumumkan di halaman pertama harian tersebut pada September 2016 lalu.


BIG PROMO 100%
  Poker Online Terbesar & Terpercaya di Indonesia
- BONUS SUPER EXTRA HARIAN ( TO Di Atas Rp.10Juta ).
- BONUS JACKPOT ROYAL +10% u/K ROYAL FLUSH.
- BONUS TURNOVER (TO) 0,3% Setiap Minggunya.
- BONUS REFERRAL 15% Seumur Hidup.
Daftarkan Segera Diri Anda Hanya Di: http://vodkapoker.com/register.php


Penghentian operasi  koran berbahasa Inggris ini diduga terkait pemberitaan pada 26 Oktober 2016 lalu yang mengkritisi soal kenaikan visa haji dan umrah ke Arab Saudi terkait dengan kondisi ekonomi di negeri kerajaan tersebutSebelumnya diberitakan , Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mampir ke Brunei Darussalam terlebih dahulu sebelum berlibur ke Bali.Raja Salman berangkat ke Brunei pada Sabtu (4/3/2017) direncanakan terbang ke Bali pada Sabtu sore.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

idnmovie.com